Perjalanan sejarah Maluku Utara secara esensial tidak dapat dipisahkan dengan empat kesultanan yakni Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Dalam terminologinya, empat kesultanan tersebut sering disebut dengan Jazirah Al-Muluk (semenanjung para raja), atau Moloku Kie Raha (Maluku empat gunung). Keempat kesultanan tumbuh dan berkembang dalam periode yang sama dengan ruang teritori yang korelatif.
Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan dalam konteks historis memiliki hubungan kekerabatan yang sangat kuat bahkan dalam konteks kronik memiliki hubungan saudara kandung. Dalam kedudukan struktur pemerintahan empat kesultanan terdapat persamaan pada jabatan-jabatan dan tugas serta fungsi.
Disusun dalam delapan bab, buku ini menyajikan sejarah menarik proses pembentukan keempat kesultanan tersebut serta bagaimana perkembangan sistem pemerintahannya diterapkan dan dijalankan. Dari mulai struktur pemerintahan, tata cara pemilihan dan pengangkatan sultan, hingga peran agama dan budaya/adat.
Digambarkan pula kondisi dinamika politik dan kompetisi perdagangan yang berlangsung, terutama saat kolonilisme Eropa memasuki wilayah Maluku, dan diuraikan juga jejak arkeologis peninggalan kepulauan Bacan. Khazanah warisan tata pemerintahan keempat kesultanan ini dalam konsteks saat ini, dapat menjadi nilai kearifan lokal yang dapat menginspirasi bagi bangsa, sambil tetap beradaptasi dengan setiap perubahan zaman dewasa ini seiring berjalannya demokrasi di negeri ini.
| Penulis |
Dr. Abdullah HI.MA.HI. Abdullah, MH |
|---|---|
| Cetakan |
I, 2026 |
| Ukuran |
14,5 x 21 cm |
| Tebal |
236 halaman |
| Penerbit |
Media Kalam |
| ISBN |
Dalam proses pengajuan |