Buku ini mengangkat salah satu sudut warna Islam di Nusantara, yaitu Islam yang berkembang di wilayah Kepulauan Aru, Maluku Utara, tepatnya di sebuah desa bernama Lutur. Kajian Islam di wilayah Indonsia Timur harus diakui kerap terlupakan. Padahal Islam di Nusantara bukanlah semata berhenti di pulau Jawa, tetapi juga berkembang hingga ke berbagai kepulauan nan jauh disana di wilayah timur Indonesia, salah satunya adalah Kepulauan Aru, Maluku Utara. Sebagaimana diketahui, di wilayah Maluku dahulu terdapat dua kerajaan Islam yang sangat terkenal yaitu Ternate dan Tidore. Dari dua kerajaan Islam inilah, ajaran Islam semakin menancapkan pengaruhnya di tengah masyarakat.
Melalui jalur perdagangan laut, para pedagang Muslim dari berbagai wilayah berdatangan ke kepulauan Maluku, baik yang berasal dari wilayah Nusantara seperti dari Gowa dan Makassar, juga dari luar wilayah Nusantara. Seiring waktu, perlahan para pedagang Muslim ini memberi pengaruh kepada warga setempat sehingga warga pun ada yang tertarik untuk masuk memeluk agama Islam. Demikianlah hal ini juga berlangsung di Desa Lutur, Kepulauan Aru. Tercatat ajaran Islam mulai masuk dan dikenal di Desa Lutur pada abad ke-19.
Buku ini lebih lanjut membahas proses Islamisasi di Desa Lutur yang berlangsung secara toleran, menyerap berbagai aspek tradisi yang positif, dimana dakwah dilakukan melalui pendekatan seni-budaya. Salah satu contohnya dalah pencak silat yang ditampilkan pada hari raya idul fitri dan hari peringatan kegamaan. Contoh lainnya yaitu Sawan yang merupakan seni bernuansa kearaban/Timur Tengah, dipentaskan malam hari-hari besar Islam atau hajatan pribadi. Contoh lainnya: maulid, mandi safar, hadrat dan kasidah. Penulis juga mengupas peran penting kehadiran Masjid Rahmat di Desa Lutur sebagai pusat kegiatan kegamaan dan kemasyarakatan.
| Penulis |
Usman Nomay & Batjo Nomay |
|---|---|
| Cetakan |
I, 2025 |
| Ukuran |
14 x 21 cm |
| Tebal |
121 halaman |
| Penerbit |
Media Kalam |
| ISBN |
978-623-89337-5-4 |