Jl. Dewi Sartika Gg Al-Khasiyun No. 22 Kel, Cipayung, Ciputat
0813-9527-8802

24/7 Customer Support

Call: 0813-9527-8802

Free Shipping Jakarta

Call us for information

Money Back Guarantee

45 days return Service

I can say without doubt that your team are a true pleasure to work with. They are easy to communicate with which make process smooth. Highly recommended.

Vijay , ABC infotech

  • Vijay
  • Joth Soe
  • Willium Smith
  • Lora smith

Exclusive This Month

Join 100,321 Happy readers And Get Access To Our Entire Collection Of 1000 ebooks For The Price Of One

We offer a 45 Day Money Back Guarantee, so joining is risk-free!

 
Sign Up Today

New arrivals

Featured Products

staff picks

Latest from our blog

We love to share our thoughts

Buku ini menyoroti perkembangan usaha hotel yang berbasis pada syariah serta bagaimana hotel syariah tersebut kehadirannya didukung oleh masyarakat serta pemerintah daerah. Hotel syariah sangat berkontribusi positif bagi terciptanya iklim pariwisata yang aman dan nyaman serta membawa kemaslahatan bagi para wisatawan yang berkunjung.

Dengan memotret model salah satu hotel di Kota Ternate yaitu Muara Ternate, penulis mencoba mengajukan sebuah model penerapan nilai-nilai syariah dalam penyelenggaran hotel, seperti fasilitas ibadah, contohnya tersedianya petunjuk arah kiblat, mukena/sarung, mushala/masjid yang representatif, tempat berwudhu, dan lain-lain. Selain itu juga hotel tidak menyediakan semua jenis makanan-minuman yang tidak halal dan tidak juga diperbolehkan tamu membawa lawan jenis bukan pasangan sah. Tamu tidak diperkenankan membawa minuman beralkohol, narkoba, serta makanan-minuman yang tidak halal lainnya. Ditampilkan juga seni budaya daerah yang menunjukkan watak keramahan Islam yang telah adaptif dengan kearifan lokal.

Lebih lanjut, penulis mencoba memperlihatkan dalam buku ini bahwa usaha hotel berbasis syariah di Kota Ternate sangatlah potensial. Hal ini karena didukung oleh beberpa aspek, antar lain: letak geografis, jumlah penduduk yang mayoritas Islam sebesar 96,49%, aspek daya tarik wisata kota Ternate, aspek kunjungan wisata, serta aspek ketersediaan hotel dan penginapan yang dapat dikelola secara syariah.

Aspek lain yang menunjang yaitu program Kementerian Pariwisata yang akan mengembangkan Kota Ternate sebagai Destinasi Wisata Halal Provinsi Maluku Utara. Dukungan dari Pemerintah Daerah dan DPRD juga sudah terlihat sehingga akan mendorong pembuatan Peraturan Kepala Daerah atau Peraturan Daerah tentang hotel syariah. Demikian pula tokoh agama dan tokoh adat serta para pengguna hotel, sangat mendukung adanya hotel syariah tersebut.

Potensi Usaha Hotel Syariah di Kota Ternate
SKU Potensi_Usaha_Hotel_Syariah_di_Kota_Ternate
0

Islam hadir dalam bentangan cerita berkepanjangan. Para penganutnya hidup secara dinamis. Buku ini sangat penting karena menggarisbawahi peran sentral Islam, sebagai jendela dan pintu masuk memahami berbagai aspek kehidupan manusia. Islam merambah dunia dengan tata pikir yang beragam. Mulai dari kehadirannya, penyebarannya sampai dengan keberadaannya menuai pendapat dan teori yang tak terhitung jumlahnya.

Judul yang tersemat pada buku ini menggambarkan suasana perkembangan Islam dalam bentangan wilayah yang sangat jauh dan panjang. Mengetengahkan perkembangan Islam dari tanah Arab dengan runtutan peristiwa dan kejadian dari dan antar umat Islam serta para pemeluk agama lainnya, hingga sampai di Indonesia. Mengerucut konteks kewilayahan lokalitas di Maluku Utara, Moloku Kie Raha, dengan warna Islamnya dengan corak khasnya melalui ragam budaya dan tradisi seperti terkaktualkan dalam sastra lisam dan tradisi lainnya.

Pembaca disuguhkan dengan ragam episode kesejarahan Islam yang penting, dirangkai dalam 14 bab, antara lain: Empat Khalifah dalam Relasi Jaringan Islamisasi, Pola fokus Dinasti Abbasiyah; Perdagangan dan Pengetahuan, Perang Salib dalam Bentangan Waktu, Lintasan Islam Awal di Tanah Andalusia. Kemudian judul bab berikutnya yaitu: Delapan Abad; Titik Nadir Islam di Tanah Andalusia, Jerusalem; Kota Suci Yahudi, Kristen dan Islam, Gerakan Tiga “G” (Penjajahan Barat Atas Dunia Islam di Indonesia). Pada bagian berikutnya diangkat tema seputar tradisi Islam di Maluku Utara, yaitu mengenai: Kebudayaan Islam di Ternate; Polarisasi Hukum Islam Pada Masa Bayanullah, Jou Se Ngofa Ngare; Paradigma Hukum Islam yang Tersimpul, “Ngoku Adat”; Jenis dan Maknanya; Keragaman Budaya Moloku Kie Raha. Selanjutnya tentang Coko Soruko (Nilai, Fungsi dan Maknanya), Sastra Lisan Moloku Kie Raha; Literasi Tentang Tuhan, Alam dan Manusia, Fanten; Simpulan Keragaman di Tanah Fagogoru dan terakhir tentang Perkawinan di Ternate; Jenis dan Polarisasinya.

kebudayaan islam dari jazirah nabi sampai kaha kolano
SKU Kebudayaan_Islam__Dari_Jazirah_Nabi_Sampai_Kaha_Kolano
0

Buku ini berisi kumpulan pantun dengan menggunakan berbagai bahasa daerah yang dikenal di wilayah Maluku Utara dan Maluku. Keragaman bahasa pantun dalam buku ini melukiskan pluralitas masyarakat Maluku dan Maluku Utara. Masing-masing-masing etnik mempunyai kekayaan, kearifan dan keunikan bahasa. Maluku dan Maluku Utara merupakan wilayah kepulauan dengan dengan beragam suku, etnis serta ras. Keragaman itu sebagai penanda adanya keragaman tutur pola kata dalam berkomunikasi.

Setiap pantun yang tersaji dalam buku ini, disertai terjemah Bahasa Indonesia serta pemaparan makna yang terkandung. Makna-makna yang digali tersebut berupa nilai-nilai keluhuran etik-moral-keagamaan dalam pesan pantun, sehingga selain mengandung estetika, dalam pantun juga tergali pesan-pesan moral dan pengetahuan.

Berikut contoh pantun yang menggunakan bahasa Laloda sebagaimana terdapat pada halaman 4:

Bole guruci ta aho to side tasakahi
Ngai moi peti madokuka
Ai nagi o,guraci bisa to fang
Duma siningga to sone deka to aho

Artinya;
Pisang emas kubawa berlayar
masak sebiji di atas peti
utang emas bisa kubayar,
utang budi membawa mati.

Kemudian, pantun ini diberi penjelasan makna oleh penulis sebagai berikut:

Diksi pada bait-baitnya terlihat bahwa ini Ini adalah pantun kiasan. “Bole guruci ta aho to side tasakahi”, pisang emas kubawa berlayar. Pada hakikatnya manuisa itu selalu berada dalam kekurangan. Dan bahkan manusia tidak akan bebas dan suci dari permasalahan dalam hidup dan kehidupan ini.

Utang berupa benda atau utang sebesar apapun bisa dibayar tapi utang berupa lisan atau perbuatan sulit dimaafkan hingga dibawa mati. Melakukan sebuah kesalahan kepada seseorang dalam bentuk fisik ataupun merupakan ungkapan lisan sebaiknya dihindari. Mencemohkan, menghina, mencaci maki adalah perbuatan atau ungkapan yang tidak wajar dalam berkehidupan. Karena semua itu tidak dapat dibayar dengan hanya ungkapan “maaf”.

Suara batin yang berteriak tentang kemuliaan jiwa, sikap rendah hati, tawadhu, dan kasih sayang dibungkam oleh jiwa yang sombong, takabur, riyah sum’ah, yang kemudian menyebabkan manusia lengah dan tertipu oleh seluruh perilaku dirinya. “Duma siningga to sone deka to aho” utang budi membawa mati. Olehnya itu, manusia harus melakukan perenungan diri. Bahwa dirinya tidak akan abadi dengan kediriannya. Tetapi kebahagiaan itu akan didapat dan digapai dari keberadaan orang lain. Kehadiran orang lain itu yang akan menjadi utang budi yang selalu terkenangkan dalam berkehidupan.

450 Pantun Gaul Bahasa Daerah Maluku Utara dan Maluku
SKU J005
170,000
Page 3 of 3