Jl. Dewi Sartika Gg Al-Khasiyun No. 22 Kel, Cipayung, Ciputat
0813-9527-8802

24/7 Customer Support

Call: 0813-9527-8802

Free Shipping Jakarta

Call us for information

Money Back Guarantee

45 days return Service

I can say without doubt that your team are a true pleasure to work with. They are easy to communicate with which make process smooth. Highly recommended.

Vijay , ABC infotech

  • Vijay
  • Joth Soe
  • Willium Smith
  • Lora smith

Exclusive This Month

Join 100,321 Happy readers And Get Access To Our Entire Collection Of 1000 ebooks For The Price Of One

We offer a 45 Day Money Back Guarantee, so joining is risk-free!

 
Sign Up Today

New arrivals

Featured Products

staff picks

Latest from our blog

We love to share our thoughts

Pada tahun 2023 , usia Persatuan Islam (Persis) genap memasuki satu abad. Ormas Islam yang berpusat di Kota Bandung ini, tercatat telah banyak memberi warna terhadap pemahaman keislaman di Tanah Air. Meski pada awalnya tidak sedikit mendapat penolakan, ajaran yang didakwahkannya, lambat laun, diterima secara baik oleh masyarakat Muslim Indonesia.

Persis telah berhasil merumuskan konsep-konsep Islam secara sederhana dan praktis untuk menjadi panduan pengamalan ajaran sehari-hari. Pada awal kelahirannya, Persis telah melakukan mainstreaming diskursus keislaman ke tengah-tengah ruang publik dimana sebelumnya Islam pada umumnya terbatas pada kalangan pesantren di perdesaan. Islam dikenalkan, tidak jarang dengan cara yang polemis, ke khalayak masyarakat perkotaan yang plural.

Dalam perjalanannya, tema tajdid (pembaruan) yang diusung oleh Persis, bukan tanpa tantangan. Para penulis dalam buku ini mencoba untuk melakukan refleksi-kritis perjalanan satu abad kiprah pembaruan Persis di Tanah Air. Harapannya, agar gerakan dakwah Persis dapat tetap relevan dengan tantangan jaman yang senantiasa dinamis. Maka diperlukan pengembangan sejumlah pendekatan baru terhadap metode tajdid tersebut.

Adalah sebuah kehormatan bagi kami dapat menerbitkan buku yang ditulis oleh para pegiat Persatuan Islam atau yang pernah mesantren di Persis ini, dengan berbagai latar belakang keahlian, namun diikat oleh kesamaan harapan mengenai masa depan Persis yang lebih mencerahkan bagi umat, bangsa dan peradaban. Buku ini bermula dari sejumlah percakapan intelektual yang berkembang di kalangan, sebut saja, “Persis Kultural”, diantaranya melaui forum WAG. Diskusi berkembang secara dinamis, bahkan tidak jarang penuh kritik. Tiada lain sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual Persis.

Dua Guru Besar dari Persatuan Islam turut memberikan gagasan-gagasan segarnya dalam buku ini, yaitu Prof. Atip Latipulhayat, Ph.D, Guru Besar Univeritas Padjajaran yang kini sebagai Wakil Ketua Umum PP Persis periode 2022-2027, serta Prof. Dr. Dadan Wildan, Guru Besar Sejarah-Filologi yang telah lama bekerja di Sekterariat Negara RI dan kini sebagai Penasehat PP Persis. Satu Guru Besar dari Muhammadiyah juga memberikan sumbangsaran pemikirannya, yaitu Prof. Syafiq Mughni, Ph.D, pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Persatuan Islam Bangil.

Persis di Era Millenium Kedua: Menalar Lampau, Meretas Asa
SKU J001
120,000
100,000

Kehadiran Islam di nusantara telah menjadi bagian dari sejarah semesta Indonesia, yang dengan sendirinya turut memperkaya kebhinnekaan sebagai realitas yang tak dapat dipungkiri lagi. Untuk mendorong kelangsungan rasa kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kebhinnekaan haruslah dihayati melalui pemahaman multikulturalisme yang bernilai religius.

Dalam pada itu, isu keagamaan, khususnya isu keislaman selalu mewarnai perbincangan tentang negara dan politik di Indonesia, lebih khusus lagi soal hubungan antara Pancasila dan Islam, yang justru selalu saja ada yang mempertentangkan antara keduanya. Akibatnya, bangsa kita menjadi terpolarisasi yang tiada henti, dengan adanya jurang pemisah antara kelompok nasionalis, yang secara faktual di dalamnya terdapat sebahagian besar umat Islam, berhadapan dengan kelompok Muslim konservatif yang memperatas-namakan diri sebagai mewakili Islam.

Dampak negatif dari polarisasi masyarakat tersebut haruslah dibendung agar tidak membawa masyarakat dan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke arah disintegrasi. Hal yang sangat menyedihakan ialah adanya sebahagian umat Islam yang tidak peduli pada nilai-nilai universal Islam yang rahmah penuh kasih sayang, dan mengklaim secara sepihak mewakli Islam, kemudian menista kelompok Muslim terbesar lainnya dengan tuduhan munafiq, kafir dan thoghut. Lebih dari itu kadang menista umat agama lain.

Untuk meredam dampak negatif tersebut, umat Islam sendiri hendaknya lebih memahami ajaran Islam universal yang dianutnya, dan menerapkannya untuk lebih memperkokoh persatuan bangsa, bukan memporak-porandakan kerukunan berbangsa yang selama ini sudah tercipta di atas landasan Pancasila. Dalam rangka itulah, penulis menyusun buku sederhana ini: Islam, Kedamaian dan Konflik Antarumat, sebagai salah satu upaya untuk mengaktualisasikan kembali nilai-nilai universal Islam yang pernah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW, yang justru sering diabaikan oleh sebahagian umat Islam sendiri.

Islam, Kedamaian & Konflik Antarumat
SKU J004
100,000
Page 2 of 2